Logo Bloomberg Technoz

Dalam risetnya, tekanan inflasi di tingkat konsumen akan tetap relatif terkendali biarpun terdapat kenaikan belakangan ini. Oleh karena itu, diestimasikan inflasi akan berada pada rentang 2,96–3,92% pada tahun penuh 2026.

“Pertumbuhan ekonomi 2026 juga akan bertumpu pada investasi. Indeks Kepercayaan Industri mengawali tahun dengan kuat, melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2023 pada Januari 2026 seiring meredanya ketidakpastian global,” sebut Adhimulya .

Dia menilai, ekspor berpotensi menjadi sumber pertumbuhan lainnya, seiring harga komoditas global yang diprediksi terus melanjutkan tren kenaikannya tanpa memicu tekanan inflasi global. 

Prospek ekonomi yang lebih cerah di negara–negara berkembang, utamanya di regional BRICS dan ASEAN, juga akan menjadi katalis positif bagi pasar Indonesia.

Atas sentimen ekspansif tersebut, Phillip menegaskan rekomendasi bullish terhadap pasar ekuitas, dengan skenario terbaik IHSG berpotensi menutup 2026 di level 9.908.

Sementara itu, skenario dasar diproyeksikan IHSG berada di r9.460. Dalam skenario terburuk sekalipun, IHSG diprediksi masih mencatat kenaikan terbatas menuju level 8.792.

“Kami tidak memperkirakan adanya koreksi tajam ataupun fase mild bear market yang mungkin terjadi tahun ini yang akan mampu mematahkan tren bullish jangka panjang (secular) IHSG,” tambahnya.

Valuasi terbilang relatif wajar, dengan P/E IHSG diperdagangkan di 14,97x. Sedikit di atas rata-rata historisnya, per penutupan Januari.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh Bond-Equity Earnings Yield Ratio (BEER) yang masih berada <1, mengindikasikan saham relatif undervalued dibanding obligasi pemerintah tenor 10 tahun.

Kendatipun demikian, IHSG tengah menghadapi tekanan koreksi yang cukup dalam seiring proses mean reversion yang menarik IHSG kembali menuju garis Moving Average 10 bulan, setelah sebelumnya melesat terlalu jauh dari level tersebut.

(fad/aji)

No more pages