Walau pelanggaran keamanan dikonfirmasi di keempat operator utama itu, pihak berwenang Singapura mengeklaim mereka tak menemukan bukti bahwa data pelanggan yang sensitif sudah diakses atau dicuri, dan tidak ada layanan yang terganggu pada titik mana pun.
Sementara itu, CSA dan Otoritas Pengembangan Media Infokom (Infocomm Media Development Authority/IMDA) memperoleh laporan tentang aktivitas mencurigakan dari perusahaan telekomunikasi dan melibatkan lebih dari seratus penyelidik dari enam lembaga pemerintah.
Pihak berwenang mengeklaim bahwa respons cepat berhasil mencegah peretasan, menutup titik akses, dan memperluas pemantauan ke infrastruktur penting lainnya. Sehingga menghalangi potensi pengalihan serangan ke organisasi sektor perbankan, transportasi, dan kesehatan.
“Sejauh ini, serangan oleh UNC3886 belum mengakibatkan kerusakan sebesar serangan siber di tempat lain,” kata Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo dalam sebuah acara pertemuan resmi, Senin (9/2/2026).
“Ini bukan alasan untuk merayakan, melainkan untuk mengingatkan diri kita sendiri bahwa pekerjaan para pembela dunia maya itu penting,” imbuh dia.
(far/wep)































