Juda juga menyebut tidak memiliki wejangan khusus terhadap Thomas lantaran BI telah memiliki sistem yang telah tertata.
“Enggak ada [wejangan] khusus di sana juga tertata juga apa yang harus dilakukan sudah ada semuanya,” tutur dia.
Senada, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara berharap koordinasi moneter dan fiskal akan berjalan lancar.
“Pak Thomas kan dari Wakil Menteri Keuangan, jadi kita berharap habis ini kebijakan fiskal, kebijakan moneter tambah koordinasinya tambah komplit, tambah berlangsung dengan lancar,” ucap dia.
Segera Menyesuaikan
Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta Thomas dapat segera menyesuaikan program kerja, rencana kerja hingga sejumlah kebijakan BI.
Menurutnya, posisi Thomas saat menjadi wamenkeu mendapatkan tugas membangun hubungan dengan lembaga internasional, fund manager, hingga para investor asing.
“Semoga [Thomas] bisa menjembatani bagaimana situasi pasar saat ini. Bisa diperbaiki sehingga bisa memberikan tone yang positif untuk Indonesia,” imbuhnya.
Thomas diketahui menggantikan posisi Juda Agung yang telah mengundurkan diri sebagai deputi gubernur BI pada 13 Januari 2025. Juda Agung bertukar posisi dengan Thomas dan telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai wakil menteri keuangan di Istana Negara pada Kamis (5/2/2026).
Thomas menjadi Deputi Gubernur BI terpilih setelah Komisi XI DPR RI meloloskan mantan Bendahara Umum Partai Gerindra tersebut dalam tahap uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test, mengalahkan dua kandidat lain yang telah puluhan tahun berkarier di bank sentral, yakni Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro.
DPR kemudian memilih Thomas sebagai deputi gubernur BI baru dan resmi ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 pada Selasa (27/1/2026).
(mfd/roy)


























