"Karena jemaah kita lebih suka beras dari sini. Kalau biasanya di sana pakai beras yang agak perak. Orang Indonesia kurang suka," tutur dia. "Jadi kita mendukung penuh dan memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi."
Sebelumnya, Menteri Pertaninan yang juga merangkap Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan serapan beras petani dalam negeri awal tahun ini juga cukup besar.
Amran mengatakan realisasi penyerapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 112 ribu ton pada Januari, naik lebih dari 700% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sekitar 14 ribu ton.
"Laporan harian kami terima dan ini naik 700% di Januari," kata Amran belum lama ini, seraya menambahkan hal ini menjadi sinyal lampu hijau Indonesia percaya diri untuk mengekspor beras produk dalam negeri.
Data Bapanas menunjukkan capaian tersebut menjadi serapan awal tahun tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sebagai pembanding, realisasi Januari 2025 tercatat sekitar 14,9 ribu ton.
Peningkatan serapan ini sejalan dengan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperkirakan produksi beras Januari-Maret 2026 mencapai 10,16 juta ton, naik sekitar 1,39 juta ton dibanding periode yang sama tahun lalu.
(ain)




























