“Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat. Tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya di hadapan ribuan peserta.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pentingnya perdamaian sebagai syarat kemakmuran. Ia menilai kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tidak akan tercapai jika para pemimpin tidak bersatu dan saling mendukung.
Di sisi lain, dia mengajak para pemimpin politik, ekonomi, intelektual, serta seluruh elemen bangsa untuk terus berpikir dan berjuang demi kepentingan rakyat Indonesia, dengan menempatkan persatuan sebagai prioritas utama.
Ia juga mengingatkan bahwa meski Proklamasi Kemerdekaan berlangsung di Jakarta pada 17 Agustus 1945, ujian mempertahankan kemerdekaan banyak terjadi di Jawa Timur, khususnya Surabaya.
Menurutnya, perlawanan rakyat yang dipimpin para kiai dan ulama menjadi bukti bangsa Indonesia tidak ingin kembali dijajah, sekaligus contoh bagaimana persatuan menjadi kunci kekuatan bangsa.
(dec/del)



























