Logo Bloomberg Technoz

Prabowo: Pemimpin Tak Boleh Punya Dendam, Utamakan Persatuan

Dinda Decembria
08 February 2026 10:31

Presiden Prabowo. (Dok. BPMI)
Presiden Prabowo. (Dok. BPMI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan dan sikap tanpa dendam bagi para pemimpin saat menghadiri acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur, Minggu (8/2). Dalam pidatonya, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan yang dilandasi kebencian hanya akan menghambat kemajuan bangsa.

Prabowo menekankan bahwa seorang pemimpin tidak boleh memiliki rasa dendam, benci, atau dengki terhadap pihak lain. Ia juga mengingatkan agar pemimpin tidak terus-menerus mencari kesalahan pihak lain, melainkan fokus pada persatuan dan kerja sama demi kepentingan rakyat.

“Tidak boleh pemimpin punya dendam, tidak boleh pemimpin punya rasa benci, tidak boleh pemimpin punya rasa dengki. Berbeda tidak masalah, sesudah berbeda cari persatuan, cari kesamaan. Musyawarah untuk mufakat, itu kepribadian bangsa Indonesia,” ujarnya dikutip dari siaran Kompas.


Selain itu, Prabowo juga mengapresiasi peran NU yang dinilainya konsisten menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, organisasi keagamaan tersebut telah lama memberi contoh dalam merawat kerukunan dan kebersamaan di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

Ia menyebut sejarah telah menunjukkan bahwa tidak ada bangsa yang kuat jika para pemimpinnya tidak rukun. Karena itu, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemimpin dari berbagai sektor untuk terus menjaga persatuan dan menghindari konflik berkepanjangan.