Dari sisi bisnis, segmen emas menjadi salah satu motor pertumbuhan utama dengan lonjakan sebesar 78,6% menjadi Rp22,9 triliun. Tabungan Haji juga mencatatkan kinerja dengan nilai Rp15,9 triliun atau tumbuh 10,03% secara yoy.
"Ini menjadi engine kami yang juga akan membantu untuk penurunan Cost of Fund," tegasnya.
Dari sisi digital, pertumbuhan pengguna aplikasi BYOND melonjak 167% menjadi 5,9 juta user. Jaringan fisik juga terus diperkuat dengan jumlah ATM mencapai 6.000 unit atau tumbuh 11%.
Anggoro turut menjelaskan, mayoritas pembiayaan sebesar Rp285 triliun, disalurkan ke segmen korporasi BUMN.
"Hanya 10% sisanya yang di luar atau di korporasi selain BUMN. Ini yang akan menjadi tetap fokus kita ke depan. Sebagaimana rencana kita, BSI akan fokus kepada Consumer dan Retail dengan memanfaatkan Wholesale Corporate sebagai pintu masuk untuk supply chain-nya," pungkasnya.
(lav)































