Logo Bloomberg Technoz

Bakti BCA Suguhkan Sumba Mini di Expoversary 2026


(Dok. BCA)
(Dok. BCA)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pulau Sumba kembali mencuri perhatian publik setelah dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Asia tahun 2025 oleh Time Out Asia. Daya tarik pulau eksotis di Nusa Tenggara Timur ini kini dihadirkan lebih dekat kepada masyarakat melalui konsep Sumba Mini di area Bakti BCA pada ajang BCA Expoversary 2026.

Berlokasi di ICE BSD City, Tangerang, dan berlangsung pada 5 hingga 8 Februari 2026, area Bakti BCA dirancang sebagai ruang pengalaman budaya yang memungkinkan pengunjung merasakan atmosfer autentik Pulau Sumba tanpa harus meninggalkan Jakarta dan sekitarnya.

Konsep yang diusung terinspirasi dari Desa Bakti BCA Kampung Prai Ijing atau Tebara. Area ini tidak hanya menampilkan visual, tetapi juga menghadirkan aktivitas budaya yang hidup dan interaktif, mulai dari kerajinan tradisional hingga permainan khas daerah.

Pengunjung BCA Expoversary 2026 dapat menyaksikan langsung penenun Sumba yang mempraktikkan pembuatan kain tenun ikat. Aktivitas ini menjadi daya tarik utama karena memperlihatkan proses panjang yang sarat makna budaya dan filosofi hidup masyarakat Sumba.

Tenun Sumba dikenal luas karena teknik ikatnya yang khas serta penggunaan pewarna alami. Warna biru dihasilkan dari tanaman indigofera, merah dari akar mengkudu, dan warna gelap dari berbagai bahan alam lainnya yang ramah lingkungan.

Motif-motif tenun Sumba banyak terinspirasi dari kehidupan sehari-hari dan kepercayaan masyarakat setempat. Gambar hewan seperti kuda dan rusa menjadi simbol kekuatan, ketangguhan, serta relasi manusia dengan alam sekitarnya.

Lebih dari sekadar kain, tenun ikat Sumba merupakan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi. Kehadirannya di area Bakti BCA menjadi medium edukasi sekaligus apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia.

Selain aktivitas menenun, area Bakti BCA juga dibangun menyerupai lingkungan khas Sumba. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah miniatur rumah adat Umma Mangu Toko yang ditampilkan dengan detail arsitektur yang memukau.

(Dok. BCA)

Rumah adat ini dikenal sebagai rumah berpuncak karena atap alang-alangnya yang menjulang tinggi hingga sekitar 10 meter. Miniatur Umma Mangu Toko menjadi spot favorit pengunjung untuk mengenal lebih dekat arsitektur tradisional Sumba.

Pengunjung juga dapat mengabadikan momen dengan latar visual Sumba yang dilengkapi replika kuda. Kuda pacu merupakan salah satu ikon Pulau Sumba yang memiliki nilai sejarah dan ekonomi penting bagi masyarakat setempat.

Pada era 1840-an, kuda Sumba bahkan menjadi komoditas perdagangan yang diperjualbelikan oleh bangsawan lokal melalui Waingapu ke berbagai daerah lain di Nusantara.

Pengalaman budaya semakin lengkap dengan kehadiran permainan tradisional Kagorokana Alu. Permainan ini melibatkan tiga hingga empat orang yang harus melompati dua bilah bambu secara ritmis dan penuh konsentrasi.

Kagorokana Alu tidak hanya melatih ketangkasan dan fokus, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan koordinasi yang kuat dalam budaya Sumba.

Jika beruntung, pengunjung juga dapat menyaksikan tarian tradisional Sumba yang ditampilkan beberapa kali setiap hari selama BCA Expoversary 2026 berlangsung. Tarian ini menambah nuansa hidup dan autentik di area Bakti BCA.

Komitmen BCA Dukung Budaya dan Pariwisata Berkualitas

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa kehadiran Sumba Mini merupakan bagian dari komitmen BCA dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mendukung komunitas lokal binaan.

“Melalui kehadiran ‘Sumba Mini’ di area Bakti BCA, kami mengajak pengunjung untuk tidak hanya sekadar melihat, namun juga merasakan langsung kekayaan budaya dan ketangguhan komunitas lokal yang kami bina. Ini adalah wujud nyata komitmen BCA mendukung pariwisata berkualitas dan kemandirian ekonomi kreatif di Indonesia. Bagi nasabah yang terinspirasi dan ingin merasakan langsung pesona Sumba, kami telah menyiapkan berbagai promo perjalanan eksklusif pada BCA Expoversary 2026, agar impian mengeksplorasi keindahan nusantara dapat terwujud dengan kemudahan solusi perbankan BCA,” kata Hera.

(Dok. BCA)

Menurut Hera, pembangunan area Bakti BCA dengan konsep Desa Prai Ijing atau Tebara juga menjadi bentuk keberlanjutan program pembinaan desa wisata yang telah dijalankan BCA di berbagai wilayah Indonesia.

Upaya ini sejalan dengan pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman dan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Bagi pengunjung yang ingin merasakan langsung pesona Pulau Sumba, akses menuju destinasi ini kini semakin mudah seiring perkembangan infrastruktur yang pesat. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selama BCA Expoversary 2026, pengunjung dapat menemukan berbagai paket wisata menarik ke Sumba dan destinasi lainnya di Hall 1 area Astindo Travel Fair. Beragam penawaran ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan perjalanan yang nyaman dan berkesan.

Tersedia pula berbagai promo khusus bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan produk dan layanan BCA. Promo ini mencakup kemudahan pembayaran hingga penawaran eksklusif dari mitra perjalanan.

Melalui perpaduan antara pengalaman budaya, edukasi, dan solusi perbankan, BCA Expoversary 2026 menghadirkan konsep pameran yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif.

Kehadiran Sumba Mini di area Bakti BCA menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor perbankan, budaya, dan pariwisata mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Indonesia.