Logo Bloomberg Technoz

“Salah satunya Dumai. Hasilnya nanti akan ada diskusi dulu sama Pertamina,” tegas dia.

Lebih lanjut, dia menyatakan masih terdapat pertemuan lanjutan yang dilakukan Essar Group dan Pertamina untuk membahas lebih lanjut potensi investasi yang dapat dilakukan perusahaan asal India tersebut.

“Belum kan bicara dulu sama Essar-nya. Jadi ini masih tahap ditemukan dulu antara Essar sama Pertamina. Masih ada pertemuan selanjutnya untuk membahas itu,” ungkap Laode.

Sebelumnya, Bahlil melaksanakan rapat dengan jajaran direksi Pertamina dan Essar Group guna membahas rencana investasi kilang minyak di Indonesia.

Bahlil menjelaskan rapat tersebut berfokus membahas rencana pengembangan infrastruktur kilang minyak di Indonesia, melalui penguatan kapasitas pengolahan minyak dalam negeri.

Selain itu, Bahlil juga menekankan langkah tersebut perlu dijalankan bersamaan dengan peningkatan nilai tambang industri hilir.

Adapun, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri terpantau menghadiri rapat tersebut bersama sejumlah direksi Pertamina lainnya.

“Rencana investasi ini diharapkan dapat berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah dan berkontribusi pada penguatan ketahanan energi nasional,” kata Bahlil dalam unggahan di akun Instagram resminya, dikutip Jumat (6/2/2026).

Sekadar catatan, Bahlil dalam kesempatan sebelumnya sempat mengatakan Pertamina bakal bermitra dengan swasta untuk menggarap proyek RDMP di Kilang Dumai, Riau.

Kepastian itu disampaikan Bahlil selepas Pertamina menyelesaikan pembangunan RDMP di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

“Kita akan mengembangkan untuk storage dan kapasitas-kapasitas RDMP lain seperti di Dumai,” kata Bahlil kepada awak media di kawasan RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).

“Pertamina dapat untung, negara punya ketahanan energi ada, swasta juga bisa mendapat kerja sama yang baik, yang saling menguntungkan,” kata Bahlil.

(azr/wdh)

No more pages