Maka itu, bank sentral memandang bahwa penurunan outlook Moody's belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
Ke depan, Alexander menilai kondisi stabilitas sistem keuangan sudah cukup kokoh. Hal ini bisa menjadi modal untuk menghadapi volatilitas ekonomi global.
Menanggapi adanya risiko pembalikan arus modal keluar secara mendadak setelah penurunan outlook pasar surat utang oleh Moody's, BI memastikan akan terus menjalankan tugasnya untuk menjaga nilai tukar rupiah dan gerak inflasi.
Sebelumnya, Moody’s Investors Service menurunkan outlook terhadap pasar surat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat utang Indonesia dipertahankan di level layak investasi alias investment grade.
“Perubahan ini mencerminkan kebijakan yang makin sulit ditebak, kekhawatiran terhadap tata kelola, dan meningkatnya ketidakpastian yang bisa mempengaruhi kepercayaan investor,” tegas keterangan Moody’s.
Revisi outlook dipengaruhi oleh pandangan Moody's terkait risiko dari penurunan kepastian kebijakan, yang apabila berlanjut dapat berimplikasi terhadap kinerja perekonomian.
Berdasarkan laporan Moody's, jika terus berlanjut, maka tren ini akan menggerus keyakinan terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah lama dibangun. Ini adalah pondasi yang mendasari pertumbuhan ekonomi yang solid, serta stabilitas makro ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
Moody's memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada pada kisaran 5% dalam jangka pendek hingga menengah, dengan ketahanan ekonomi yang terjaga. Moody's menilai bahwa defisit fiskal diperkirakan tetap akan berada di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB), sementara kebijakan moneter dipandang akan terus mendukung stabilitas inflasi.
Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's, Indonesia masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan basis penerimaan negara, yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makro dan keuangan.
(lav)






























