Logo Bloomberg Technoz

Dia menjelaskan, target produksi batu bara yang bakal disetujui pada tahun ini akan berada di sekitar 600 juta ton, atau sekitar setengah dari target produksi yang disetujui tahun lalu.

“Untuk periode-periode sebelumnya, misalnya 2025, sebetulnya persetujuan RKAB kita 1,2 miliar [ton]. Produksi kita [sekitar] 800 [juta ton] lah. Jadi poinnya kita ingin negara hadir, sebetulnya enggak lah kalau untuk tujuannya jelek lah. Enggak akan lah sebetulnya,” 

“Kalau misalnya tahun ini sama kan [target produksi 600 juta ton] berarti [dari] 1,2 [juta ton] kan mesti di-cut,” tegas Tri.

Tri meyakini langkah pemangkasan produksi batu bara tersebut dapat membuat laju produksi batu bara dari Indonesia lebih terkontrol sehingga harga batu bara di pasar global.

Belum Diterbitkan

Tri juga menegaskan Ditjen Minerba Kementerian ESDM belum menerbitkan persetujuan RKAB batu bara periode 2026, sehingga data persetujuan produksi yang beredar di media sosial dipastikan hoaks.

“Saya juga dapat [tabel berisi data persetujuan produksi batu bara sejumlah perusahaan]. Akan tetapi, poinnya adalah yang di Kementerian ESDM sampai saat ini belum mengeluarkan persetujuan RKAB untuk 2026,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Ditjen Minerba Kementerian ESDM Surya Herjuna juga menegaskan hingga saat ini Ditjen Minerba belum mengeluarkan persetujuan RKAB batu bara untuk 2026.

Dia menegaskan Ditjen Minerba masih mengevaluasi seluruh RKAB 2026 yang diajukan perusahaan batu bara.

“Kami informasikan ESDM sampai saat ini belum mengeluarkan persetujuan RKAB 2026, semua perusahaan masih dalam tahapan evaluasi,” kata Surya kepada Bloomberg Technoz, Kamis (5/2/2026).

Dengan demikian, dia memastikan informasi yang tersebar di media sosial dan salah satu media asing ihwal data produksi batu bara yang diajukan perusahaan dan yang disetujui Kementerian ESDM merupakan informasi yang tidak valid.

Adapun, baru-baru ini tersebar di media sosial mengenai rumor data RKAB 2026 yang diajukan sejumlah perusahaan batu bara ternama yang diklaim telah disetujui oleh Kementerian ESDM. 

Sejumlah perusahaan dalam daftar tersebut dirumorkan mendapatkan pemangkasan produksi hingga ada yang mencapai 90%.

Namun, beberapa di antaranya lolos dari pemangkasan alias disetujui 100% rencana produksinya. Mereka termasuk Adaro Andalan Indonesia (AADI), Bumi Resources (BUMI), dan Indika Energy (INDY) dengan volume gabungan mencapai hampir 170 juta ton.

Berikut data rumor RKAB 2026 sejumlah perusahaan batu bara tersebut sebelum dibantah Kementerian ESDM:

  • PT Asmin Bara Bronang (ABB) – GCV 6.400
    • RKAB diajukan 7,5 juta ton, disetujui 4 juta ton, turun 47%.
    • Induk usaha: UNTR (United Tractors).
  • PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) – GCV 4.200
    • RKAB diajukan 2 juta ton, disetujui 0,88 juta ton, turun 56%.
    • Induk usaha: TOBA (TBS Energi Utama).
  • PT Adaro Indonesia (Adaro)
    • RKAB diajukan dan disetujui 60 juta ton, tidak berubah (0%).
    • Induk usaha: AADI (Adaro Energy Indonesia).
  • PT Antang Gunung Meratus (AGM)
    • RKAB diajukan 11 juta ton, disetujui 7 juta ton, turun 36%.
    • Induk usaha: BSSR (Baramulti Suksessarana).
  • AJC – GCV 3.800
    • RKAB diajukan 2 juta ton, disetujui 1,10 juta ton, turun 45%.
  • PT Arutmin Indonesia (Arutmin)
    • RKAB diajukan dan disetujui 20 juta ton, tidak berubah (0%).
    • Induk usaha: BUMI (Bumi Resources).
  • PT Astaka
    • RKAB diajukan 2,00 juta ton, disetujui 1,00 juta ton, turun 50%.
  • PT ATD – GCV 4.600
    • RKAB diajukan 2,50 juta ton, disetujui 0,90 juta ton, turun 64%.
  • PT Banpu
    • RKAB diajukan 25 juta ton, disetujui 10 juta ton, turun 60%.
    • Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah).
  • PT BAU – GCV 5.100
    • RKAB diajukan 2,5 juta ton, disetujui 2,4 juta ton, turun 4%.
  • PT Bayan Resources Tbk (Bayan) – GCV 3.800–6.500
    • RKAB diajukan 80 juta ton, disetujui 38 juta ton, turun 53%.
    • Induk usaha: BYAN (Bayan Resources).
  • PT BBA
    • RKAB diajukan 1,25 juta ton, disetujui 1,1 juta ton, turun 12%.
  • PT Bharinto Ekatama (BEK) – GCV 5.800
    • RKAB diajukan 8 juta ton, disetujui 5,7 juta ton, turun 29%.
    • Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah).
  • PT Borneo Indobara (BIB)
    • RKAB diajukan 55 juta ton, disetujui 11 juta ton, turun 80%.
    • Induk usaha: GEMS (Golden Energy Mines).
  • PT BMB
    • RKAB diajukan dan disetujui 8 juta ton, tidak berubah (0%).
    • PT BRAM – GCV 3.400
  • RKAB diajukan 3,5 juta ton, disetujui 1,8 juta ton, turun 49%.
    • PT BRE
    • RKAB diajukan 9,9 juta ton, disetujui 3,96 juta ton, turun 60%.
  • PT Baramulti Suksessarana (BSSR)
    • RKAB diajukan 6 juta ton, disetujui 3,3 juta ton, turun 45%.
    • Induk usaha: BSSR (Baramulti Suksessarana).
  • PT CEP – GCV 4.000
    • RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 0,9 juta ton, turun 70%.
    • PT GPK – GCV 3.800
  • RKAB diajukan 2,4 juta ton, disetujui 1,4 juta ton, turun 42%.
    • PT Hamparan Mulya
    • RKAB diajukan 0,8 juta ton, disetujui 0,32 juta ton, turun 60%.
  • PT HM
    • RKAB diajukan 0,8 juta ton, disetujui 0,48 juta ton, turun 40%.
  • PT Inti Bara Perdana (IBP)
    • RKAB diajukan 5,7 juta ton, disetujui 2,6 juta ton, turun 54%.
    • Induk usaha: PT Inti Bara Perdana (IATA) – MNC Energy.
  • PT Indominco Mandiri – GCV 5.600
    • RKAB diajukan 8 juta ton, disetujui 4,7 juta ton, turun 41%.
    • Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah).
  • PT Insani Bara Perkasa (Insani)
    • RKAB diajukan 4 juta ton, disetujui 2,2 juta ton, turun 45%.
    • Induk usaha: KKGI (Resource Alam Indonesia).
  • PT Kideco Jaya Agung (Kideco)
    • RKAB diajukan dan disetujui 30  juta ton, tidak berubah (0%)
    • Induk usaha: INDY (Indika Energy).
  • PT Kaltim Prima Coal (KPC)
    • RKAB diajukan dan disetujui 54 juta ton, tidak berubah (0%).
    • Induk usaha: BUMI (Bumi Resources).
  • PT KS – GCV 4.200
    • RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 2 juta ton, turun 33%.
  • PT MHU – GCV 4.200–6.300
    • RKAB diajukan 7,5 juta ton, disetujui 6,8 juta ton, turun 9%.
  • PT MIP – GCV 4.750
    • RKAB diajukan 11,2 juta ton, disetujui 5,6 juta ton, turun 50%.
    • Induk usaha: MCOL (Prima Andalan Mandiri).
  • PT MME – GCV 4.750
    • RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 0,80 juta ton, turun 73%.
    • Induk usaha: ARII (Atlas Resources).
  • PT MSA – GCV 5.100
    • RKAB diajukan 2 juta ton, disetujui 1 juta ton, turun 50%.
    • Induk usaha: AADI (Adaro Energy Indonesia).
  • PT Nusa Persada Resources (NPR) – GCV 5.500
    • RKAB diajukan 1 juta ton, disetujui 0,10 juta ton, turun 90%.
    • Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah).
  • PT PSM
    • RKAB diajukan 0,8 juta ton, disetujui 0,48 juta ton, turun 40%.
  • PT Trubaindo Coal Mining (TCM) – GCV 6.200
    • RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 1 juta ton, turun 67%.
    • Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah).
  • PT Telen Orbit Prima (TOP)
    • RKAB diajukan 1 juta ton, disetujui 0,5 juta ton, turun 50%.
    • Induk usaha: UNTR (United Tractors).
  • PT WSJ – GCV 4.200
    • RKAB diajukan 2,7 juta ton, disetujui 2 juta ton, turun 26%.
  • PT WSL – GCV 4.200
    • RKAB diajukan 2,8 juta ton, disetujui 1 juta ton, turun 64%.

(azr/wdh)

No more pages