Sementara itu, dana pendamping untuk melengkapi donor dari Jepang itu sebesar US$42 juta.
Sebelumnya, PLN menargetkan pengadaan engineering, procurement, construction and commisioning (EPCC) PLTP Hululais rampung akhir Desember 2025.
“Untuk Hululais masih dalam proses tender di PLN, untuk pendanaanya dari bilateral funding,” kata Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta kepada Bloomberg Technoz, Rabu (3/12/2025).
Selain PLTP Hululais, AZEC turut membahas kelanjutan pendanaan untuk proyek ekspansi PLTP Sarulla.
Dalam pertemuan itu, pemerintah turut mengunci komitmen pendanaan pemerintah Jepang untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka.
Dengan nilai investasi sebesar US$400 juta atau sekitar Rp6,69 triliun (asumsi kurs Rp16.740 per dolar AS), kesepakatan pendanaan atau financial close dengan pemerintah Jepang diperkirakan rampung pada akhir 2026.
(naw)





























