"Jadi kemungkinan besar nanti akan kita lakukan di semester ke-2," tegasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan bahwa rencana merger tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya batal dilakukan pada 2025 dan mengatakan proses merger akan dilanjutkan pada kuartal I-2026.
"Ya, kan sekarang sudah bulan ini [Desember 2025] juga ya. Tapi memang kita kan di Danantara ini, sekarang punya patokan bahwa apabila kita melakukan sesuatu harus tuntas dan harus secara komprehensif," kata Rosan, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Alasan utama penundaan, adalah kondisi keuangan BUMN Karya yang dianggap masih kurang baik. Sehingga, ketika penggabungan nanti kondisi BUMN Karya sudah membaik.
"Karena kita tahu Karya itu memang kondisinya kurang sehat, jadi kita mau memastikan pada saat digabung kondisinya membaik, dan going concern ke depan lebih terjaga," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, BPI Danantara berencana mengkonsolidasikan 7 BUMN Karya. Mengacu pada informasi yang dihimpun Bloomberg Technoz, pemerintah menyiapkan skema konsolidasi yang memposisikan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) untuk digabungkan ke dalam PT Hutama Karya (Persero).
Di sisi lain, PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) akan dilebur ke PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Dalam rancangan itu, PT PP (Persero) Tbk atau PTPP tetap beroperasi sebagai entitas tersendiri.
Nantinya, perusahaan gabungan di bawah HK dan ADHI akan berkonsentrasi pada layanan civil engineering, mencakup aktivitas perancangan, pembangunan, hingga pemeliharaan berbagai infrastruktur dan fasilitas publik seperti gedung, jembatan, jalan, bendungan, serta sistem utilitas lainnya.
Sementara itu, PTPP akan diarahkan menangani dua lini usaha yakni civil engineering dan Engineering, Procurement, Construction (EPC), yang menempatkan perusahaan sebagai penanggung jawab penuh atas keseluruhan tahapan proyek konstruksi.
(ell)






























