“Volatilitas harga emas sepertinya masih akan tinggi dalam jangka pendek. Pasar masih terus mencerna alokasi investasi dan mengkaji ulang risk appetite,” kata Ahmad Assiri, Market Strategist di Pepperstone Group Ltd, seperti diberitakan Bloomberg News.
Sejumlah institusi pun memperkirakan harga emas akan bangkit. Deutsche Bank AG, misalnya, memperkirakan harga emas masih berpeluang menyentuh US$ 6.000/troy ons.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish, Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 51.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 9. Sudah jauh di bawah 20 yang artinya sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas memang berpotensi naik. Koreksi yang sudah begitu dalam membuat harga emas kini lebih ‘murah’ sehingga bisa menarik di mata investor.
Target resisten terdekat sepertinya ada di US$ 4.818/troy ons. Dari sini, harga emas berpeluang menguji kisaran US$ 4.872-5.070/troy ons,
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.498/troy ons.
Namun kalau harga emas masih lesu, maka US$ 4.737/troy ons menjadi target support terdekat. Support lanjutan ada di rentang US$ 4.708-4667/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.007/troy ons.
(aji)


























