Logo Bloomberg Technoz

Waymo diketahui memimpin secara komersial dalam layanan ride-hailing berteknologi otonom atau tanpa sopir, yang mengenakan tarif di sekitar enam kota di AS. Perusahaan menawarkan layanan melalui aplikasinya sendiri di kota-kota seperti San Francisco dan Los Angeles, dan bergantung pada Uber Technologies Inc. guna menyediakan layanannya di Austin dan Atlanta. 

Waymo berencana untuk memperluas operasinya secara cepat di seluruh AS dan ke Inggris tahun ini. 

Para rivalnya masih melakukan uji coba skala kecil, dengan Tesla Inc. mengoperasikan mobil otonom terbatas di Austin dan Zoox milik Amazon.com Inc. mengoperasikan robotaxi kecil di Las Vegas Strip dan melakukan uji coba di lokasi lain. Namun, aspek ekonomi industri ini masih belum teruji.

“Meskipun mencatat sekitar 20 juta perjalanan pada 2025, skala Waymo tetap relatif kecil,” tulis analis Bloomberg Intelligence Mandeep Singh dalam catatan tanggal 31 Januari setelah laporan Bloomberg tentang upaya penggalangan dana Waymo.

Bloomberg Intelligence memperkirakan bahwa biaya per kendaraan Waymo sekitar dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi daripada Tesla, dan fakta tersebut kini membatasi ukuran armadanya. Singh memperkirakan Waymo akan menggunakan dana tersebut untuk memperdalam kemitraan dengan produsen mobil yang memproduksi robotaxi-nya.  

Waymo kini menyediakan lebih dari 400.000 perjalanan berbayar per minggu. Perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa mereka berencana memperluas armada kendaraannya dan juga akan merekrut lebih banyak karyawan di seluruh dunia.  

Investor lain yang ikut serta dalam putaran pendanaan ini termasuk Andreessen Horowitz, Mubadala Capital, Silver Lake, dan Bessemer Ventures.

(bbn)

No more pages