“Dan saya melihat ada SPPG yang akan kami berikan lampu kuning ya atau kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat. Kemudian kami akan evaluasi dan mungkin akan di-stop untuk sementara agak lama yang diberikan kartu kuning,” ujarnya.
Dadan menjelaskan, evaluasi juga dilakukan terhadap jenis menu yang disalurkan dalam program MBG. Menurutnya, beberapa menu tertentu perlu dihindari agar kejadian serupa tidak terulang.
"Tapi kemudian kami juga dari kejadian-kejadian yang mulai ada menu yang harus diberikan. Jadi beberapa menu mungkin harus kita hindarkan agar kejadian tidak terulang kembali," katanya.
Ia menekankan akan menerbitkan surat edaran agar pelaksanaan program makan bergizi dapat berjalan lebih aman dan terkendali.
Menjawab pertanyaan mengenai makna kartu kuning bagi SPPG, Dadan menjelaskan peringatan itu diberikan karena SPPG tersebut mengambil bahan baku dari luar sehingga proses pengolahan tidak terawasi secara ketat.
"Ya untuk yang kita berikan kartu kuning itu karena dia mengambil bahan baku jadi dari luar sehingga tidak terawasi cara masaknya. Dan kami akan memberikan peringatan cukup keras," jelasnya.
BGN pun memastikan evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan agar program MBG tetap berjalan dengan aman, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan makan bergizi gratis secara nasional.
(ell)































