Untuk pulau Kalimantan, inflasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah yang sebesar 0,38%. Sementara Kalimantan Timur menjadi wilayah dengan inflasi terendah yang sebesar 0,04%.
Di Sulawesi, provinsi Sulawesi Barat menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi mencapai 0,71%, sementara inflasi terendah berada di Sulawesi Tengah yang sebesar 0,01%.
Sementara itu, wilayah Bali Nusra mencatat inflasi tertinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai sebesar 0,65%. Sementara, Bali mengalami deflasi terdalam mencapai 0,34%.
Untuk Maluku dan Papua, Maluku Utara menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi yang mencapai 1,48%. Sementara itu, deflasi terdalam terjadi di Papua sebesar 0,36%.
Secara keseluruhan, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,15% mtm. Artinya, terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.
Hal ini sedikit berbeda dari proyeksi kalangan ekonom yang memperkirakan inflasi Januari akan melandai dibanding bulan sebelumnya.
Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg hingga Jumat (30/1/2026) pagi dengan melibatkan 26 ekonom/analis menghasilkan median proyeksi inflasi bulanan pada Januari adalah 0,06%. Jauh melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,64% mtm.
Daerah Bencana Kini Deflasi
Di sisi lain, BPS juga melaporkan perkembangan terbaru mengalami tren inflasi terhadap 3 provinsi khusus di wilayah yang terkena bencana hidrometeolorogi akhir November 2025 lalu; yakni Sumatra Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Pada Januari 2026, ketiga provinsi tersebut kini justru mengalami deflasi masing sebesar 1,15% untuk Sumatra Barat; 0,75% untuk Sumatra Utara, dan 0,15% untuk Aceh.
Padahal, pada Desember 2025 lalu, ketiga wilayah itu mengalami inflasi terdalam, seperi Aceh yang inflasi 3,60%; Sumatra Utara inflasi 1,66%, dan Sumatra Barat sebesar 1,48%.
"Provinsi Sumatra Barat menjadi provinsi dengan tingkat deflasi terdalam dibandingkan Aceh dan Sumatra Utara, serta secara nasional," tutur Ateng." Secara umum, komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar di tiga wilayah tersebut."
(lav)




























