Logo Bloomberg Technoz

“Pada akhirnya, meskipun kami memperkirakan harga akan tetap tinggi, kami mencatat reli ini tidak berkelanjutan, dan harga kemungkinan akan mengalami koreksi kapan saja,” papar lembaga tersebut.

Pergerakan harga timah di LME dan proyeksi harga timah dari BMI./dok. BMI

Dari sisi penawaran, BMI melaporkan pasar tetap akan terbatas seperti tiga bulan lalu. Pada Januari 2026, timah di tingkat global mendapat hambatan seperti penundaan perizinan operasional di Indonesia sedangkan pasokan dari Myanmar tetap buruk.

Pada Juli 2025, Asosiasi Timah Internasional mengumumkan pengiriman dari negara bagian Wa di Myanmar akan dilanjutkan dalam beberapa bulan mendatang, karena beberapa operator di Man Maw dilaporkan telah mendapatkan izin penambangan selama tiga tahun.

Namun, belum ada pembaruan substansial mengenai hal ini hingga saat ini.

Secara historis, Myanmar merupakan produsen timah terbesar ketiga di dunia. Menurut data Badan Geologi AS (USGS), diperkirakan negara Indochina itu memiliki cadangan terbesar ketiga di dunia, yaitu 700 kiloton (kt) atau 15% dari total cadangan global, setelah China dan Indonesia dengan masing-masing 800 kt dan 720 kt.

Permintaan Semikonduktor

Pada Januari 2026, Taiwan Semiconductor Manufacturing, pembuat cip kontrak terbesar di dunia melaporkan permintaan yang tinggi untuk cip AI pada kuartal IV-2025.

Perusahaan melaporkan peningkatan laba sebesar 35% year on year, menandai delapan kuartal berturut-turut pertumbuhan secara tahunan.

Tren penjualan semikonduktor./dok. BMI

Diketahui, lebih dari separuh konsumsi timah olahan berasal dari industri semikonduktor, adapun timah digunakan sebagai bahan solder elektronik.

BMI juga melaporkan pada 15 Januari, American Institute di Taiwan dan Kantor Perwakilan Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Amerika Serikat (AS) menandatangani kesepakatan perdagangan.

Pemerintah Taiwan akan menyediakan kredit sebesar US$250 miliar kepada perusahaan cip dan teknologinya untuk memperluas kapasitas produksi mereka di AS sebagai imbalan atas kuota yang lebih tinggi bagi perusahaan Taiwan untuk impor chip ke AS tanpa tarif.

“AS juga akan menurunkan bea masuknya untuk sebagian besar barang dari Taiwan menjadi 15% dari 20%, dan menghapuskan tarif untuk obat-obatan generik dan bahan-bahan, komponen pesawat terbang, dan sumber daya alam yang tidak tersedia di dalam negeri,” papar BMI. 

Prosepek Jangka Panjang

BMI memperkirakan harga timah akan tetap tinggi dalam dekade mendatang, namun akan sedikit menurun dari level tertinggi saat ini. Setelah 2026 berakhir, harga timah akan sedikit turun, mencapai US$39.000/ton pada 2030.

Namun, angka ini naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan rata-rata harga timah pada 2016—2020 sebesar US$18.729/ton. 

“Kami memperkirakan permintaan timah akan tumbuh kuat dalam jangka panjang, dengan pasar tetap mengalami defisit,” ucapnya.

Kondisi itu tecermin dari sisi penawaran, minimnya proyek penambangan timah akan memperketat pasar konsentrat timah yang menyebabkan peningkatan persaingan di antara pabrik peleburan dan terbatasnya pasokan bijih untuk pertumbuhan produksi timah olahan. 

Persediaan timah di LME dan SHFE./dok. BMI

Sementara itu, dari sisi permintaan, penggunaan timah secara global akan meningkat pesat melalui penggunaan logam ini dalam elektronik khususnya karena kendaraan listrik semakin banyak mengandung komponen elektronik di dalamnya.

Kemudian, penggunaan timah dalam panel surya (dalam sel fotovoltaik) yang memperkuat status timah sebagai komoditas masa depan.

“Pada akhirnya, hal ini akan memungkinkan pasar untuk semakin ketat,” sebut BMI.

(mfd/wdh)

No more pages