Kontrak berjangka Brent sempat menyentuh level tertinggi dalam empat bulan di US$71,89 per barel pekan lalu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Teheran agar mencapai kesepakatan nuklir atau menghadapi serangan militer.
OPEC+ dan para mitranya kerap bersikap hati-hati dalam merespons meningkatnya risiko geopolitik, biasanya menunggu perubahan nyata pada pasokan sebelum bertindak.
Delapan negara OPEC+ sempat dengan cepat meningkatkan produksi tahun lalu dalam upaya merebut kembali pangsa pasar global, namun kemudian sepakat pada November untuk menjeda kenaikan lebih lanjut sepanjang kuartal pertama.
Keputusan tersebut sebagian terkonfirmasi oleh perkembangan terbaru. Meski banyak perkiraan terbentuknya kelebihan pasokan yang signifikan, harga tetap ditopang oleh gejolak di Iran serta gangguan pasokan di negara anggota aliansi lainnya, Kazakhstan.






























