Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dapat didorong mendekati 6%. Seiring dengan itu, kinerja dan keuntungan perusahaan tercatat di bursa juga diperkirakan akan meningkat.
“Keuntungan perusahaan yang ada di bursa juga akan naik. Harusnya bursanya akan naik, jadi Anda nggak usah khawatir,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Pjs Direktur Utama PT BEI Jeffrey Hendrik mengungkap komitmennya untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia. Salah satunya, kata dia, komitmen untuk memenuhi harapan sejumlah index provider global.
“Komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia. Tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” kata Jeffrey. “Oleh karena itu kami akan terus meningkatkan transparansi dan tata kelola di Bursa Efek Indonesia.”
Jeffrey Hendrik mengklaim bahwa BEI telah berkomunikasi dengan beberapa Index Provider Global. Dalam komunikasi tersebut, menurut dia, BEI telah menampung seluruh harapan global soal penataan pasar modal di Indonesia.
“Kami juga mencermati perkembangan terakhir apa yang diharapkan oleh index provider global,” ujar dia.
Sebelumnya, IHSG mendapat koreksi dalam hingga berulang kali mengalami pembekuan atau trading halt pada dua hari terakhir perdagangan, 29 dan 30 Januari 2026). Hal ini terjadi usai MSCI berpotensi menurunkan klasifikasi bursa Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market karena persoalan free float.
Kondisi ini juga yang membuat Direktur Utama BEI sebelumnya yaitu Iman Rachman mengundurkan diri pada Jumat lalu.
-Dengan asistensi Azura Yumma Ramadani Purnama dan Whery Enggo Prayogi.
(red)






















