Logo Bloomberg Technoz

Lonjakan harga emas membuat investor sepertinya sudah begitu ‘gatal’ untuk mencairkan cuan. Emas pun mengalami tekanan jual yang masif, sehingga harga terbanting keras ke bawah.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Perkembangan di Amerika Serikat (AS) juga menjadi sentimen negatif bagi harga emas. Presiden Donald Trump akhirnya mengumumkan nama Kevin Warsh sebagai calon Gubernur Bank Sentral Federal Reserve yang akan menggantikan Jerome ‘Jay’ Powell.

Warsh dikenal sebagai sosok yang getol memerangi inflasi. Ini menimbulkan persepsi bahwa di bawah komando Warsh sepertinya suku bunga acuan bisa saja sulit turun atas nama meredam laju inflasi.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

“Langkah Trump mengumumkan Warsh sebagai Gubernur The Fed berikutnya positif bagi dolar AS dan menjadi sentimen negatif bagi harga emas. Ini diperparah dengan aksi rebalancing setelah selama 2-3 pekan terakhir konsensus di pasar adalah menjual dolar AS dan memborong emas,” terang Aakash Doshi, Global Head of Gold and Metals Strategy di State Street Investment Management, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Meski harga emas dunia kemarin jatuh, tetapi secara mingguan masih mencatat kenaikan 4,94% secara point-to-point. Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk pekan depan?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas masih nyaman di zona bullish. Ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 75.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun hati-hati, karena RSI di atas 70 juga menjadi pertanda sudah jenuh beli (overbought).

Sumber: Bloomberg

Sementara  indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 63. Menghuni area beli (long) yang kuat.

Untuk perdagangan pekan depan, sepertinya harga emas masih berisiko turun. Cermati pivot point di US$ 4.868/troy ons.

Dari situ, harga emas bisa saja menguji support US$ 4.662/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di MA-10 yakni US$ 4.491/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.385/troy ons.

Namun kalau harga emas bisa naik, maka US$ 5.005/troy ons akan menjadi resisten terdekat. Target kenaikan berikutnya ada di rentang US$ 5.015-5.166/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.523/troy ons.

(aji)

No more pages