Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan harga di tingkat ritel ini sejalan dengan harga resmi emas batangan Logam Mulia Antam, yang hari ini tercatat di Rp3,12 juta per gram. Memang cukup lebih mahal, lantaran mereka juga menambah pajak dan margin keuntungan.

Meski harga terus merangkak naik, Siti mengaku minat pembeli tak lantas surut sejak awal tahun. Tokonya itu melayani penjualan maupun pembelian. Tetapi, mayoritas justru tetap membeli meski harga terus naik.

"Beberapa konsumen yang menghampiri kami mereka tetap membeli emas. Mereka tidak peduli harga naik atau tinggi. Mereka cuma percaya kalau harga emas akan tetap stabil dan terus naik," tutur dia.

Senada, Icha (28), yang juga staf toko lain di lokasi swalayan yang sama, juga mengaku hal serupa. Saat ini justru makin banyak konsumen yang melakukan pembelian ketimbang menjual.

Di tokonya, harga emas juga telah dibanderol mencapai Rp3,5 jutaper gram. Mereka menyediakan seluruh gramasi, tergantung keinginan pembeli, dengan pelayanan cash on delivery (COD) maupun pengiriman via kurir.

Untuk buyback, kata dia, tolong menawarkan banderol harga di kisaran Rp3 juta/gram. Namun, angka tersebut tergantung dengan kondisi fisik emas, termasuk dengan tahun pembuatan. "Misalnya ada contohnya lecet, dan lain sebagainya," kata dia.

"Sebelumnya seimbang dari yang jual atau beli. Tapi sekarang melonjak lebih banyak yang beli. Karena apa? Mereka takut nanti harga lebih tinggi dan kehilangan momentum."

Tak Layani Beli 

Di sisi lain , Aep (42), justru memiliki metode berbisnis yang berbeda. Pemilik toko jual beli emas di kawasan pasar Ciputat, Tangerang Selatan tersebut saat ini hanya melayani jual saja.

Meski memiliki koleksi logam mulai dari berbagai merek seperti Antam, UBS, hingga Galeri24 yang berjejer dengan berbagai gramasi, dia saat ini belum mampu menjual emasnya.

Hal itu, kata dia, menjadi salah satu strategi pribadinya dalam menghadapi volatilitas harga emas saat ini ditengah berbagi sentimen ketidakpastian ekonomi global.

"Per hari ini untuk harga beli saya masih patok untuk harga buyback di angka sekitar Rp2,7 juta-Rp3 juta per gram," kata Aep. "Saya mau hanya menjual saja untuk saat ini. Saya mau koleksi dulu."

(ibn/naw)

No more pages