Namun, dalam beberapa bulan terakhir muncul perbedaan antara estimasi dan data resmi.
Pada Desember, bea cukai China melaporkan impor sekitar 8,5 juta ton, hampir 20% lebih tinggi dibandingkan angka Kpler.
Secara khusus, data bea cukai menunjukkan impor dari Rusia lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan data pelacakan kapal.
Belum jelas mengapa kedua kumpulan data tersebut menyimpang secara signifikan sejak November.
Para analis mengatakan hal ini bisa disebabkan oleh perbedaan waktu pencatatan pengiriman, apakah saat kargo tiba atau saat melewati proses bea cukai — atau karena adanya armada bayangan (shadow fleet) yang lebih besar dari perkiraan, sehingga kargonya tidak tercatat dalam data pelacakan kapal.
Pembelian LNG bulanan China relatif lemah sepanjang 2025, dengan penurunan secara tahunan hingga Oktober dan kontraksi impor tahunan sebesar 11% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut disebabkan oleh kuatnya produksi domestik, tingginya impor melalui pipa, serta harga spot yang lebih mahal.
Meski demikian, pembelian LNG melonjak pada November dan Desember secara tahunan, terutama didorong oleh peningkatan pembelian dari Rusia, menurut data resmi China.
(bbn)































