Febri melanjutkan dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri kendaraan bermotor, trailer, dan semitrailer (KBLI 29) dan industri mesin dan perlengkapan YTDL (KBLI 28).
“Subsektor industri yang otomotif itu yang paling tinggi IKI-nya, yakni nilainya 62,65 poin, karena akan memenuhi permintaan hari besar keagamaan,” kata Febri dalam konferensi pers rilis IKI Januari 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
“Juga karena industri merespon positif surat Pak Menteri Perindustrian pada Menkeu kemarin,” kata Febri.
Sementara untuk tiga subsektor yang mengalami kontraksi adalah industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki (KBLI 15), industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) serta barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya (KBLI 16), dan industri komputer, barang elektronik dan optik (KBLI 26).
Pada Januari 2026, nilai IKI variabel pesanan baru mengalami peningkatan sebesar 2,51 poin atau mencapai 55,27.
Selanjutnya, nilai IKl variabel produksi juga mengalami peningkatan sebesar 6,45 poin dan berada pada titik ekspansi menjadi 54,86.
Sebaliknya, persediaan produk mengalami perlambatan sebesar 4,85 poin atau mencapai 50,14.
“Perlu kami garis bawahi bahwa untuk variabel produksi sudah tujuh bulan berturut-turut mengalami kontraksi dan pada Januari 2026, ini komponen variable produksi itu sudah masuk pada status ekspansi,” imbuhnya.
Di sisi lain, IkI ekspor pada Januari 2026 mencapai 54,62 masih ekspansi dan meningkat sebesar 2,26 poin dibandingkan dengan Desember 2025 yang sebesar 52,36.
Sementara IKI domestik pada Januari 2026 mencapai 53,25 masih ekspansi dan meningkat sebesar 1,92 poin dibandingkan dengan Desember 2025 yang sebesar 51,33.
(mfd/naw)































