Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan biaya rantai pasok telah membuat sejumlah pengembang memangkas rencana atau menolak ikut lelang tanpa subsidi.

Pemerintah sebelumnya sudah merespons peringatan dengan memangkas secara signifikan volume lelang tahun ini, sebelum akhirnya membatalkannya.

Pemerintah berniat menyesuaikan desain lelang dan memperkenalkan suatu skema pendanaan tahun depan, menurut juru bicara tersebut.

Gangguan pasokan, kenaikan biaya komoditas termasuk baja, serta ketidakpastian keuntungan saat ini membebani proyek-proyek lepas pantai, kata Kementerian Ekonomi dalam sebuah email.

Kementerian juga menyoroti adanya “penundaan signifikan lebih lanjut” dalam produksi platform konverter di galangan kapal Dragados di Spanyol, dengan mengutip operator jaringan yang bertanggung jawab menghubungkan ladang angin yang direncanakan.

Menteri Ekonomi Katherina Reiche pada Senin berjanji “untuk menyesuaikan desain tender dan wilayah agar kami dapat menawarkan kerangka investasi yang baik.”

Jerman pekan ini menjadi tuan rumah pertemuan sejumlah negara Laut Utara, termasuk Inggris dan Norwegia, yang menghasilkan komitmen untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai “reservoir energi bersih terbesar di dunia.”

Asosiasi federal energi angin lepas pantai menyambut baik keputusan penundaan lelang tahun ini karena alternatif lainnya akan “sangat berisiko,” kata kepala kebijakan Hans Sohn dalam sebuah pernyataan.

Kelompok tersebut menyerukan penerapan kontrak dua arah untuk perbedaan (contracts for difference), sebuah skema subsidi yang juga membantu menyukseskan lelang tenaga angin lepas pantai di Inggris bulan ini.

Kelompok itu menambahkan bahwa tanpa dukungan regulasi baru, bahkan proyek-proyek yang sudah memenangkan lelang dengan total kapasitas hingga 17 gigawatt berisiko dibatalkan.

Mereka juga mengatakan bahwa dengan kemunduran terbaru ini, Jerman hanya akan mencapai dua pertiga dari target ekspansi tenaga angin lepas pantai pada 2030.

(bbn)

No more pages