Logo Bloomberg Technoz

RI Mau Stop Impor Pertamax Mulai 2027, Bisa Hemat Devisa Berapa?

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 January 2026 11:50

(Dok. Pertamina International Shipping)
(Dok. Pertamina International Shipping)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi industri minyak dan gas (migas) memprediksi Indonesia bakal menghemat devisa sekitar US$7 miliar atau sekitar Rp117,6 triliun (kurs Rp16.806/US$) jika berhasil menyetop impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin RON 92, RON 95, dan RON 95 pada akhir 2027.

Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo menjelaskan kebutuhan bensin nasional saat ini mencapai 1,6 juta barel per hari (bph).

Adapun, setelah Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan beroperasi, kapasitas produksi kilang nasional dilaporkan naik menjadi 1,28 juta bph.


Dengan demikian, kapasitas produksi kilang masih kurang sekitar 320.000 bph. Jika diasumsikan setengahnya diperuntukkan bagi produksi BBM, kapasitas kilang RI masih kekurangan 160.000 bph.

Fasilitas RFCC Complex menjadi elemen kunci dalam Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. (Dok. Pertamina)

Setelah kapasitas kilang terpenuhi, lanjut dia, maka dari penyetopan impor BBM diprediksi bakal menghemat devisa US$7 miliar, dengan asumsi harga BBM sebesar US$120/barel.