Logo Bloomberg Technoz

Penutupan negosiasi mencerminkan pergeseran cepat aliansi global di era kedua Presiden AS Donald Trump. Uni Eropa, meski telah lama berselisih dengan pejabat India soal kebijakan perdagangan, kini fokus mengurangi ketergantungan ekonominya pada AS dan China. India berusaha menghilangkan citra proteksionisnya dan menyeimbangkan hubungan dengan Rusia, sambil berusaha mengatasi tarif 50% yang diberlakukan Trump.  

Perjanjian ini diperkirakan akan menggandakan ekspor barang Uni Eropa ke India pada 2032, setelah New Delhi setuju menghilangkan atau mengurangi tarif pada 96,6% pengiriman, menurut siaran pers Komisi Eropa. Kementerian Perdagangan dan Industri India mengatakan Uni Eropa, pada gilirannya, akan menghilangkan atau mengurangi tarif pada 99,5% barang impor dari India dalam tujuh tahun.

Ini adalah pakta perdagangan India yang paling ambisius hingga saat ini. New Delhi telah setuju mengizinkan hingga 250.000 kendaraan buatan Eropa masuk ke negara itu dengan tarif bea masuk preferensial—kuota enam kali lipat lebih besar daripada kesepakatan baru-baru ini lainnya.

Kesepakatan ini akan memberi India keunggulan kompetitif dalam mengekspor barang-barang padat karya yang sangat terpukul oleh tarif Trump, termasuk pakaian, permata, perhiasan, dan alas kaki. Brussel juga menawarkan komitmen yang mengikat terkait mobilitas mahasiswa dan visa pasca-studi, serta konsesi di 144 sektor jasa. India telah mengecualikan sektor susu yang sensitif secara politik dari perjanjian ini.

"India telah bangkit dan Eropa benar-benar senang dengan hal itu karena ketika India berhasil, dunia menjadi lebih stabil, lebih makmur, dan lebih aman," kata von der Leyen dalam briefing tersebut. Dia menambahkan bahwa perjanjian ini mengirimkan "pesan kuat bahwa kerja sama adalah jawaban terbaik untuk tantangan global."

Perdagangan India. (Bloomberg)

Pakta tersebut diperkirakan akan ditandatangani secara resmi setelah proses pemeriksaan hukum, yang kemungkinan akan memakan waktu sekitar enam bulan. Parlemen Eropa juga harus meratifikasinya.

Pengumuman ini datang beberapa hari setelah Uni Eropa akhirnya menandatangani kesepakatan perdagangan yang telah lama dinantikan dengan blok Mercosur negara-negara Amerika Selatan—pakta lain untuk membantu Uni Eropa beralih dari AS dan China. Namun, para anggota parlemen Uni Eropa belum meratifikasi perjanjian tersebut.

Modi juga berusaha mencari pasar baru bagi negara yang pernah dijuluki Trump sebagai "raja tarif." Kesepakatan pada Selasa ini menandai kesepakatan perdagangan keempat Modi sejak Mei lalu, setelah pakta dengan Inggris, Oman, dan Selandia Baru.

Negara Asia Selatan ini juga mencari kemitraan dengan blok Mercosur, Cile, Peru, dan Dewan Kerja Sama Teluk, dengan harapan dapat mengamankan sumber daya strategis dan memperluas jejak global India.

Uni Eropa. (Bloomberg)

Perdagangan bilateral antara Uni Eropa dan India mencapai US$136,5 miliar pada tahun fiskal India hingga Maret 2025. Menurut data resmi, Uni Eropa menyumbang lebih dari 17% dari total ekspor India. India merupakan mitra dagang terbesar kesembilan Uni Eropa.

Pengumuman ini langsung mendapat respons positif dari kelompok industri dan eksekutif bisnis di Jerman, ekonomi terbesar Uni Eropa, serta dari anggota koalisi pemerintahan Kanselir Friedrich Merz di Berlin.

Ola Källenius, CEO Mercedes-Benz Group AG, mengatakan kesepakatan tersebut adalah "kabar yang sangat baik bagi Uni Eropa dan Jerman, tetapi juga bagi India."

"Jika kita dapat memperkuat hubungan perdagangan dengan ekonomi yang tumbuh pesat ini, maka hal itu juga akan mendukung industri ekspor Jerman," kata Källenius dalam wawancara dengan Welt TV.  

Uni Eropa dan India juga semakin dekat di bidang pertahanan, dengan mengumumkan kemitraan keamanan baru.

Perjanjian tersebut memperluas kerja sama di bidang pertahanan tradisional, termasuk pengembangan dan produksi senjata bersama, serta menyediakan mekanisme untuk berbagi informasi rahasia, menurut pernyataan bersama pada Selasa.

Modi berusaha meningkatkan produksi pertahanan di India dan memperoleh teknologi dari negara-negara seperti Jerman dan Prancis. Perjanjian tersebut menyediakan kerangka kerja bagi industri India untuk bermitra dengan mitra-mitra Eropa dalam produksi peralatan militer.

Pakta tersebut juga akan membuat kedua pihak bekerja sama lebih erat dalam memantau kawasan Samudra Hindia, di mana China telah memperluas militernya dalam beberapa tahun terakhir dengan mengerahkan armada kapal perang.

"Kita tidak hanya memperkuat ekonomi kita, kita juga memberikan keamanan bagi rakyat kita di dunia yang semakin tidak aman," kata von der Leyen.

(bbn)

No more pages