Logo Bloomberg Technoz

Masayoshi Son telah melepas posisi dalam rangka meningkatkan kepemilikannya di OpenAI dan menyiapkan modal untuk investasi besar-besaran yang bertujuan mengintegrasikan AI ke semua perangkat.

Masayoshi Son menjual kepemilikannya di Nvidia Corp. dan baru-baru ini menunda pembicaraan untuk membeli operator pusat data AS, Switch Inc. Perusahaan berbasis di Tokyo ini telah mengumpulkan kepemilikan 11% di OpenAI, dengan menyuntikkan US$22,5 miliar hanya bulan lalu.

Perwakilan SoftBank menolak berkomentar. Laporan pertama diturunkan oleh The Wall Street Journal.

Masayoshi Son dari SoftBank dan Sam Altman dari OpenAI. Bloomberg

CEO OpenAI, Sam Altman, telah bertemu dengan banyak investor terkemuka di Timur Tengah untuk menggalang dana untuk penggalangan investasi baru yang diperkirakan mencapai setidaknya US$50 miliar, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut. 

OpenAI berencana mengumpulkan US$50 miliar atau lebih dalam putaran tersebut dengan valuasi sekitar US$750 miliar hingga US$830 miliar, kata sumber tersebut. Pembicaraan masih dalam tahap awal, dan jumlahnya dapat berubah. 

Walau menjadi salah satu investor yang pertama berinvestasi dalam teknologi AI, SoftBank sebagian besar tertinggal dalam perlombaan global untuk membangun semikonduktor, server, dan perangkat hardware lainnya yang mendukung machine learning, dengan sebagian besar dana mengalir ke lingkaran kecil produsen chip termasuk Nvidia dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC).

Dalam upaya peningkatan investasi, SoftBank selama setahun terakhir diketahui telah membeli Ampere Computing LLC seharga US$6,5 miliar juga unit robotika ABB Ltd. senilai US$5,4 miliar. Pada bagian lain Softbank juga memilih menjual sebagian sahamnya di T-Mobile US Inc., menjual seluruh sahamnya di Nvidia, dan memperluas pinjaman margin menggunakan sahamnya di Arm.

Investasi SoftBank di bidang AI, bersama dengan penurunan tajam nilai saham Arm pada akhir tahun lalu, memberikan tekanan besar pada kelayakan kreditnya, seperti yang diperingatkan oleh S&P Global Ratings awal bulan ini.

(bbn)

No more pages