Logo Bloomberg Technoz

Bulog sebelumnya menyatakan telah menyiapkan cadangan beras sejumlah 1 juta ton pada tahun ini untuk ekspor. Perusahaan pelat merah itu menargetkan pasar ekspor beras tersebut yakni negara-negara di Asia Tenggara. 

"Kami menargetkan negara-negara tetangga dulu. Kemudian negara-negara yang membutuhkan. Negara-negara yang membutuhkan contohnya kayak bantuan ke Palestina, atau daerah-daerah konflik dan lain sebagainya,” kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (12/1/2026).  

Dia menuturkan rencana ekspor tersebut tidak akan mengganggu volume cadangan beras pemerintah (CBP). Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan Bulog harus memiliki stok CBP sebesar 2 juta ton setiap saat sejak akhir 2024. 

Adapun stok CBP tersebut terjaga lantaran  jumlah produksi beras sepanjang Januari—Desember 2025 yang mencapai 34,17 juta ton.  Jumlah CBP di gudang Perum Bulog tercatat sebanyak 3,24 juta ton hingga akhir 2025, dan sempat menyentuh angka 4 juta ton.

"Stok kami pada tahun ini banyak, karena itu kami diperintahkan untuk menyiapkan stok khusus ekspor 1 juta ton tahun ini," tuturnya. 

Menurut catatan Bapanas, torehan stok beras nasional di awal 2026 berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional adalah 12,53 juta ton. Ini termasuk stok beras di Bulog dan selebihnya tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, dan horeka (hotel, restoran, katering).

Stok beras di awal tahun 2026 tersebut meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Tercatat ada peningkatan hingga 203,05% terhadap stok awal tahun 2024 yang kala itu berada di angka 4,13 juta ton. Sementara terhadap stok awal tahun 2025 telah meningkat 49,12% karena stok awal 2025 berada di 8,4 juta ton.

(Dengan Assistensi Mis Fransiska)

(ell)

No more pages