Danantara saat ini memasuki fase eksekusi investasi setelah diluncurkan pada Februari tahun lalu. Pandu menyebut Danantara menargetkan penyaluran dana mendekati Rp200 triliun atau sekitar US$14 miliar untuk berbagai proyek dan investasi langsung.
Selain pasar domestik, Danantara juga bersiap memperluas investasi ke luar negeri pada paruh kedua tahun ini melalui pasar publik dan swasta, seiring proses pemilihan manajer investasi global.
“Pada akhirnya kami harus mencari imbal hasil. Imbal hasil absolut itu penting dan harus melebihi biaya modal kami,” kata Pandu.
Seperti yang diketahui, dalam beberapa hari perdagangan, IHSG terus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) hingga level 9.134 pada perdagangan Selasa (20/1/2026) sebelum akhirnya terkoreksi. Selain rekor IHSG, kapitalisasi bursa juga ikut melambung ke atas Rp16.000 triliun.
Meski demikian, pada perdagangan hari ini ini, Jumat (23/1/2026) IHSG terkoreksi 1,24% ke level 8.877. Pergerakan IHSG tertekan oleh 595 saham yang turun dan hanya 117 saham yang menguat. Secara akumulasi, IHSG naik 2,76% ytd dengan akumulasi asing sebesar Rp3,30 triliun.
(dhf)



























