Logo Bloomberg Technoz

Prospek tersebut mengindikasikan bahwa dewan di bawah Gubernur Kazuo Ueda berada di jalur menuju kenaikan suku bunga berikutnya, setelah menaikkan suku bunga kebijakan bulan lalu ke level tertinggi sejak 1995. Bank sentral perlu menimbang dampak kebijakan Desember terhadap harga dan perekonomian, efek inflasi dari pelemahan yen yang berlanjut, serta hasil pemilu dalam menentukan waktu langkah berikutnya.

Nilai tukar yen melemah tipis ke sekitar 158,70 per dolar AS sesaat setelah pengumuman BOJ. Mata uang Jepang itu sempat menyentuh level terendah dalam 18 bulan di 159,45 per dolar AS awal bulan ini, setelah laporan awal bahwa Takaichi akan menggelar pemilu. Kemenangan yang memperkuat mayoritas koalisinya di parlemen dapat memberi ruang lebih besar bagi Takaichi untuk melanjutkan kebijakan fiskal ekspansif, yang berpotensi menekan yen lebih jauh sekaligus mendorong kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang.

Awal pekan ini, Takaichi berjanji memangkas pajak konsumsi sebesar 8% untuk bahan makanan dan minuman non-alkohol menjadi nol selama dua tahun apabila ia dan Partai Demokrat Liberal memenangkan pemilu nasional. Kebijakan senilai ¥5 triliun tersebut ditujukan untuk meringankan beban rumah tangga yang terdampak inflasi, khususnya kenaikan harga pangan.

Meski BOJ berupaya membangun inflasi yang stabil setelah puluhan tahun menghadapi tekanan harga lemah dan deflasi, lonjakan biaya hidup telah menjadi sumber utama kekecewaan pemilih.

Sebuah laporan yang dirilis lebih awal pada hari yang sama menunjukkan inflasi inti—tidak termasuk harga pangan segar—melambat ke 2,4% seiring dampak sejumlah program subsidi pemerintah, baik yang telah berjalan maupun yang masih berlangsung. Laporan tersebut juga mencatat harga pangan naik 5,1% pada Desember dibandingkan setahun sebelumnya, serta menunjukkan inflasi rata-rata telah berada di atas target BOJ sebesar 2% selama empat tahun kalender terakhir.

Usulan pemangkasan pajak Takaichi muncul setelah bulan lalu pemerintah mendorong lolosnya paket stimulus ekonomi senilai ¥17,7 triliun di parlemen, yang mencakup langkah-langkah untuk menekan biaya listrik dan bahan bakar. Dalam laporan prospek kuartalan terbarunya, BOJ justru menaikkan proyeksi harga meski ada kebijakan tersebut, karena langkah-langkah itu diperkirakan akan mendorong inflasi mendasar dalam jangka panjang.

Kini, BOJ memproyeksikan inflasi inti—tidak termasuk pangan segar—rata-rata mencapai 2,2% pada tahun fiskal yang dimulai April, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 2%.

Gubernur BOJ Kazuo Ueda dijadwalkan menjelaskan pertimbangan di balik keputusan tersebut, arah kebijakan suku bunga ke depan, serta prospek inflasi dalam konferensi pers yang biasanya dimulai pukul 15.30 waktu setempat.

Pernyataan Ueda berpotensi memengaruhi pergerakan yen, dan setiap komentarnya terkait lonjakan imbal hasil obligasi jangka panjang belakangan ini akan menjadi sorotan utama pasar.

(bbn)

No more pages