Pidato Carney pada Selasa menggema di pertemuan tahunan elite politik dan bisnis. Dia menyatakan tatanan internasional berbasis aturan secara efektif telah mati dan berargumen bahwa dunia beralih ke era "di mana negara-negara paling kuat mengejar kepentingan mereka menggunakan integrasi ekonomi sebagai paksaan."
Dia tidak menyebut nama Trump, tetapi mengutip taktik yang terkait erat dengan Presiden AS—"tarif sebagai pengaruh, infrastruktur keuangan sebagai paksaan, rantai pasokan sebagai kelemahan yang dapat dieksploitasi"— dan mendesak negara-negara untuk melawan dengan membangun bentuk kerja sama baru.
"Negara-negara kekuatan menengah harus bertindak bersama karena jika Anda tidak di meja perundingan, Anda akan menjadi santapan," ujarnya.
Pernyataan tersebut sangat mencolok mengingat integrasi ekonomi dan kerja sama militer Kanada yang telah lama terjalin dengan AS. Carney (60 tahun), mantan bankir sentral, terpilih tahun lalu dengan janji akan mengurangi ketergantungan tersebut. Sejak itu, dia menandatangani perjanjian dagang terbatas dengan China dan mulai mengalokasikan miliaran dolar untuk anggaran pertahanan baru.
Kanada sedang mempertimbangkan investasi dalam sistem Golden Dome, yang diperkirakan Presiden AS sebesar US$175 miliar, tetapi analisis Bloomberg menemukan bahwa biayanya mungkin mencapai US$1,1 triliun.
Proposal—mencakup teknologi berbasis ruang angkasa yang belum teruji—tersebut akan melindungi benua tersebut dari ancaman termasuk rudal balistik, hipersonik, dan rudal jelajah canggih.
Kedua negara telah bersama-sama mengoperasikan Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD). Pada 2022, Kanada mengumumkan rencana senilai C$38,6 miliar (US$28 miliar) untuk memodernisasi sistem tersebut. Diumumkan oleh Carney pada Maret, dananya mencakup jaringan radar baru yang dikembangkan Australia untuk mendeteksi rudal yang datang.
Pertahanan kontinental Kanada telah lama bergantung pada AS—terutama di Arktik, di mana NORAD dan komando AS menjadi landasan keamanan wilayah tersebut. Namun, hubungan ini tidak searah. Kanada telah mengikuti AS dalam konflik, termasuk di bawah bendera PBB dalam Perang Korea dan di Afghanistan setelah serangan teroris 11 September 2001.
Lebih dari 40.000 tentara Kanada bertugas dalam misi Afghanistan; 158 di antaranya tewas.
Carney meninggalkan Forum Ekonomi Dunia pada Rabu saat Trump tiba. Salah satu pertemuan terakhirnya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, dan siaran pers dari kantor Carney membahas rencana Kanada melipatgandakan anggaran pertahanan selama satu dekade dan memperkuat keamanan Arktik.
Siaran pers tersebut juga menandakan kesatuan sikap terkait Greenland karena Trump terus berpendapat AS harus mengendalikan pulau Arktik tersebut. Rutte dan Carney menegaskan kembali dukungan mereka terhadap kedaulatan Denmark, menekankan bahwa setiap keputusan masa depan Greenland adalah hak prerogatif Greenland dan Denmark.
(bbn)






























