Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pipa gas milik TGI tersebut sudah berhasil diperbaiki sejak beberapa hari lalu dan sudah mulai kembali mengalirkan gas ke Blok Rokan secara bertahap.

Laode mengklaim aliran gas ke Blok Rokan akan pulih secara maksimal pada pekan ini, sehingga produksi Blok Rokan bakal kembali normal.

Ilustrasi Blok Rokan. (Dok. Pertamina)

Gegara hilangnya produksi Blok Rokan sebesar 2 juta barel, Laode menyatakan pemerintah perlu menambah produksi minyak sebesar 5.000 hingga 6.000 bph agar target produksi siap jual atau lifting minyak nasional pada 2026 sebanyak 610.000 bph tercapai.

“Kehilangan dalam waktu sekitar 20 hari itu mungkin sekitar 2 juta [bph]. Jadi kita ada PR menambah produksi seharinya itu antara 5.000 sampai 6.000 barel per hari,” kata Laode ketika ditemui di kantor Kementerian ESDM, Rabu (21/1/2026).

Insiden kebocoran pipa gas milik TGI terjadi di jalur pipa Grissik—Duri yang berada di Desa Batu Ampar, Indragiri Hilir, Riau.

Dalam kesempatan sebelumnya, anggota komite BPH Migas Erika Retnowati mengatakan kebocoran pipa gas tersebut terjadi pada Jumat (2/1/2026) sore.

Erika mengungkapkan saat ini perbaikan pipa gas tersebut sedang dilakukan dan diharapkan bisa kembali beroperasi pada Rabu (7/1/2026).

“Terdapat kebocoran pipa gas pada 2 Januari yang saat ini tengah diperbaiki dan diharapkan bisa dapat segera beroperasi pada 7 Januari 2026,” kata Erika dalam kesempatan yang sama.

(azr/naw)

No more pages