Di sisi lain, Laode mengatakan kementeriannya tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan produksi siap jual atau lifting minyak.
Adapun, lifting minyak mentah dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026 ditargetkan sebesar 610.000 barel per hari (bph).
“Lebih ke lifting, tapi bukan di sana [Istana] pembahasannya ya. Kalau yang tadi koordinasi aja awal tahun,” ungkap dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan anggota DPR RI melakukan pertemuan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (21/1/2026) hari ini.
Pertemuan dilakukan di tengah depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga sempat berada di rekor terlemah sepanjang masa.
Diskusi ini juga berlangsung di tengah isu adanya pertukaran jabatan antara Deputi Gubernur BI Juda Agung dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.
Purbaya mengatakan diskusi dilakukan sebagai upaya sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal dan BI sebagai otoritas moneter.
"Kami fokus di pekerjaan kami, dan saya kira pak Gubernur BI sudah melakukan langkah yang tepat untuk melakukan apa yang perlu untuk dilakukan,” ujar Purbaya di Istana Negara, Rabu (21/1/2026).
(azr/naw)































