Logo Bloomberg Technoz

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa pada tahap ini belum berada dalam posisi untuk menyimpulkan penyebab kejadian.” kata Lukman 

“Seluruh aspek yang berkaitan dengan proses investigasi, termasuk faktor penyebab kecelakaan pesawat, sepenuhnya menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan akan disampaikan secara resmi oleh KNKT sesuai ketentuan yang berlaku.”

Proses evakuasi masih terus dilaksanakan oleh Basarnas bersama unsur gabungan TNI/Polri serta dukungan masyarakat setempat. Basarnas telah mendirikan Posko Topo Bulu yang berjarak sekitar 4,6 kilometer dari lokasi kecelakaan.

Berdasarkan informasi awal, kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer dengan kondisi sedikit berawan. Informasi cuaca secara lebih rinci dan terkini terus dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Pada tahap ini, belum dapat ditarik kesimpulan mengenai faktor penyebab kejadian dan kondisi cuaca merupakan salah satu aspek yang akan dianalisis lebih lanjut dalam proses investigasi oleh KNKT.” tambah Lukman

Pada tanggal (18/1/2026) pukul 10.05 - 10.40 WITA melakukan Press Conference dipimpin oleh Basarnas beserta Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulsel, KNKT, Danlanud, Kodaeral VI, Otban Wilayah V, General Manager API, GM Airnav, IAT. Menyampaikan program pencarian hari ini

Pada pukul 11.59 WITA Pos Komando Crisis Center Basarnas menerima informasi telah ditemukan 1 jasad berkelamin laki-laki dan langsung di evakuasi.

Adapun jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) tercatat sebanyak 10 orang, yang terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang, dengan rincian sebagai berikut:

Awak Pesawat:

  1. Capt. Andy Dahananto
  2. SIC / FO M. Farhan Gunawan
  3. FOO Hariadi
  4. EOB Restu Adi P
  5. EOB Dwi Murdiono
  6. FA Florencia Lolita
  7. FA Esther Aprilita S

Penumpang:

  1. Deden
  2. Ferry
  3. Yoga

(ell)

No more pages