“Kita lihat, selama kita yakin bahwa nanti kita bisa turn around perusahaan itu melakukan restrukturisasi secara maksimal seperti yang kita lakukan misalnya di perusahaan-perusahaan BUMN lainnya yang memang perlu mendapatkan penyihatan secara keseluruhan tidak hanya dari permodalitas saja tapi juga dari marketnya, dari off-takernya dan lain-lain. Jadi kita terbuka untuk itu.”.
Meski begitu, Rosan belum menjelaskan secara pasti mengenai bentuk suntikan yang akan diberikan Danantara. Beberapa opsi kini masih dipertimbangkan oleh Danantara baik dalam bentuk badan usaha baru maupun dalam bentuk pinjaman.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan akan menggelontorkan dana yang mencapai Rp101 triliun diperuntukkan untuk membentuk BUMN tekstil baru. Nantinya, BUMN tersebut dibentuk dan dijalankan oleh Danantara.
"Kita pernah mempunyai BUMN tekstil, dan ini akan dihidupkan kembali sehingga pendanaan US$6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara," ujar Airlangga saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Airlangga kembali menjelaskan, berawal dari perhatian Presiden Prabowo Subianto, pemerintah tengah menyiapkan roadmap dalam penyelamatan industri tekstil Indonesia. Sebab berdasarkan dampak tarif, industri di garis terdepan yang akan terdampak yakni sektor tekstil, produk tekstil, sepatu, garmen, dan elektronik.
"Bapak Presiden minta posisi kita seperti apa, termasuk untuk mencarikan pasar-pasar yang baru dan salah satu kan dari EU-CEPA itu tapi masih efektif di tahun 2027," ujarnya.
"Roadmap dibuat agar bagaimana meningkatkan ekspor kita dalam 10 tahun dan bagaimana pendalaman dari value chain daripada industri tekstil," tegasnya.
Airlangga memastikan BUMN tekstil yang akan dibentuk nanti merupakan BUMN baru.
"BUMN baru khusus tekstil. Tidak menghidupkan kembali," tegas dia.
(ell)




























