Tahun lalu, mobil yang biasa digadang-gadang sebagai mobil first time buyer ini menorehkan penjualan sebesar 176.766 unit di sepanjang 2024, menyumbang sekitar 20,4% dari keseluruhan penjualan mobil yang ada di Indonesia.
Sementara itu, penjualan LCGC hingga akhir tahun 2025 ini terhitung sebesar 122.688 unit kendaraan. Artinya, terdapat penurunan sebesar 30,6% apabila dibandingkan dengan penjualan LCGC di tahun 2024 yang lalu.
Grup Astra masih menjadi pemimpin pasar untuk pasar LCGC dengan menggenggam market share sebesar 77% di sepanjang tahun 2025. Angka tersebut naik apabila dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar 75% pangsa pasar.
Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dari ITB bilang di tahun 2026 nanti, beberapa faktor masih akan menjadi pemberat bagi penjualan LCGC atau mobil entry level.
Yannes juga bilang tahun 2026 dapat menjadi tahun pemulihan bagi sektor otomotif, meskipun pemulihannya tidak merata. Salah satu pemberat bagi pemulihan sektor otomotif ini terutama berasal dari segi pembiayaan.
“Permintaan di segmen terbesar seperti LCGC/entry dan low MPV masih sangat sensitif terhadap cicilan dan persetujuan kredit, jadi pemulihan terutama ditentukan oleh transmisi penurunan suku bunga ke bunga leasing, serta kepastian pajak dan insentif.” katanya, Selasa (13/1/2026).
(ell)




























