Perusahaan akan dibatasi dalam jumlah chip yang dapat dikirim ke China, dengan batas maksimal 50% dari total produk yang diproduksi untuk pasar AS. Berdasarkan aturan yang diawasi oleh Commerce Department’s Bureau of Industry and Security, perusahaan juga wajib menerapkan prosedur Know Your Customer (KYC) yang ketat untuk mencegah penggunaan teknologi secara tidak sah.
Chip-chip tersebut juga diwajibkan untuk menjalani uji coba oleh pihak ketiga di Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resmi, juru bicara AMD mengatakan, “Kami mematuhi semua undang-undang dan kebijakan kontrol ekspor Amerika Serikat.” Nvidia tidak memberikan komentar segera.
Regulasi terbaru menandai langkah penting dalam pelaksanaan keputusan Presiden Donald Trump bulan lalu untuk mengizinkan Nvidia dan produsen chip lainnya menjual prosesor kecerdasan buatan canggih ke China. Hal ini mewakili pergeseran signifikan dari kebijakan yang diberlakukan sejak 2022 untuk mencegah Beijing dan militernya mengakses teknologi AS yang paling canggih.
H200 mulai dikenal luas lebih dari dua tahun lalu. H200 akan menjadi chip AI paling canggih yang secara legal diekspor ke pelanggan China. Nvidia menjual generasi Blackwell yang lebih canggih di AS dan sedang bersiap beralih ke serangkaian seri chip yang lebih cepat, Vera Rubin.
(bbn)






























