Pada pukul 07:57 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 4.560,1/troy ons. Melesat 1,1% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Data ketenagakerjaan terbaru di Amerika Serikat (AS) menjadi penopang kenaikan harga emas dunia. US Bureau of Labor Statistics mengumumkan penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) di Negeri Adidaya pada Desember 2025 adalah 56.000. Angka ini di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan di 60.000.
Data ini menggambarkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih belum solid. Ini bisa menjadi alasan bagi bank sentral Federal Reserve untuk melanjutkan siklus pelonggaran moneter dengan penurunan suku bunga acuan.
Gubernur The Fed Richmond Tom Barkin menilai, data ketenagakerjaan terbaru mencerminkan pertumbuhan yang moderat. Dia menyebut rekrutmen masih akan rendah.
“TIngkat pengangguran naik tahun lalu, dan pertumbuhan lapangan kerja moderat saja,” ujar Barkin, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Berdasarkan dot plot The Fed edisi Desember 2025, sepertinya tahun ini hanya akan terjadi penurunan Federal Funds Rate sebanyak sekali. Namun pasar masih memperkirakan ada pemangkasan dua kali.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Selain itu, dinamika geopolitik juga mendongkrak harga emas. Situasi di Iran sedang memanas, gelombang demonstrasi menyapu Negeri Persia.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pun bersuara. Trump menegaskan Negeri Adikuasa tidak akan tinggal diam jika pemerintah Iran menggunakan kekerasan untuk meredam aksi demonstrasi.
Teheran tidak terima dengan pernyataan tersebut. “Jika AS sampai menyerang, maka wilayah mereka akan menjadi target yang legal bagi kami,” tegas Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Iran, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang dianggap aman (safe haven asset). Saat situasi sedang panas, biasanya emas menjadi pilihan investor untuk mengamankan portofolio mereka.
(aji)





























