“Kombinasi ketegangan ekonomi, geopolitik, dan teknologi tengah membentuk ulang lanskap global, menciptakan ketidakpastian ekonomi baru dan kerentanan sosial,” ujar Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam sebuah pernyataan.
Perekonomian dunia dalam beberapa tahun terakhir tumbuh lebih lambat dibanding satu dekade sebelum pandemi, ketika pertumbuhan rata-rata mencapai 3,2%.
Amerika Serikat menjadi pengecualian dari tren perlambatan pada tahun ini. Para peneliti PBB memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS naik tipis menjadi 2% dari 1,9% pada 2025, “didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang ekspansif.”
Sebaliknya, sekutu AS seperti Uni Eropa dan Jepang diperkirakan mengalami sedikit penurunan laju pertumbuhan. Di China, yang menjadi salah satu target utama tarif AS, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melambat menjadi 4,6% dari 4,9%.
(bbn)































