Setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan dinyatakan layak oleh otoritas penerbangan, barulah perusahaan dapat diberikan izin untuk beroperasi secara berjadwal.
Bagaimanapun, PT Manazil Al Mukhtara Indo telah memiliki Sertifikat Standar Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dan Luar Negeri dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 51101 dan 51103 sebagai bagian dari persyaratan awal pendirian badan usaha.
“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa setiap badan usaha angkutan udara yang akan beroperasi, wajib melalui tahapan proses sertifikasi, dan pemenuhan persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai peraturan perundang-undangan,” jelas Lukman.
Pada November 2025, Mukhtara Air resmi baru saja kedatangan pesawat pertamanya, Airbus A320, yang tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, setelah terbang dari Sharjah, Uni Emirat Arab.
Kedatangan Airbus A320 tersebut menandai langkah awal operasional Mukhtara Air sebagai maskapai baru yang berada di bawah Manazil Al Mukhtara Company Holding, perusahaan berbasis di Madinah, Arab Saudi.
Chairman Mukhtara Air, Sami Al Harbi menyampaikan bahwa kehadiran Mukhtara Air merupakan bentuk investasi besar di Indonesia dari Manazil Al Mukhtara Company yang selama ini dikenal sebagai perusahaan terkemuka di sektor layanan haji, umrah, dan perhotelan di Madinah.
“Mukhtara Air adalah komitmen investasi besar kami di Indonesia, dan kami ingin menghadirkan standar layanan full service berkelas internasional bagi para jamaah dan penumpang umum,” ujar Sami Al Harbi dalam siaran pers.
Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Mukhtara Air, Winarso, menjelaskan Mukhtara Air saat ini mengoperasikan dua tipe pesawat, yaitu Airbus A320 dan Airbus A330.
Airbus A330 akan difokuskan untuk melayani rute internasional seperti Madinah dan Makkah, serta dalam waktu dekat direncanakan juga membuka rute ke Thaif. Sementara Airbus A320 akan melayani rute domestik dan berfungsi sebagai feeder untuk penerbangan internasional.
“Rute domestik Mukhtara Air juga akan sangat banyak, untuk memperkuat konektivitas ke bandara-bandara pengumpan menuju penerbangan internasional kami,” tambah Winarso.
Pesawat Airbus A320 pertama yang tiba di Jakarta tersebut memiliki konfigurasi 152 kursi, dengan 8 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi, menghadirkan kenyamanan premium sesuai standar full service bagi berbagai segmen penumpang.
Sekadar catatan, Mukhtara Air memiliki kantor pusat yang berada di Komplek Perkantoran CBC (City Business Center), dekat Bandara Soekarno–Hatta, Tangerang. Selain itu, Mukhtara Air juga memiliki kantor perwakilan yang tersebar di beberapa wilayah seperti Medan, Surabaya, dan Bali sebagai bagian dari penguatan jaringan operasional dan layanan perusahaan.
(ain)



























