Logo Bloomberg Technoz

"Tindakan dan serangan hibrida yang telah diidentifikasi, terutama yang dilancarkan ke Jerman, harus dilihat sebagai alat yang sengaja digunakan Rusia dalam kebijakan keamanannya dan perjuangannya melawan 'Barat kolektif.' Pada saat yang sama, langkah ini juga bisa jadi sebagai persiapan konflik militer."

Bahasa tersebut melampaui kerangka kerja yang digunakan dalam pedoman sebelumnya dan selaras dengan peringatan terbaru dari Martin Jäger, presiden baru badan intelijen luar negeri Jerman (BND), yang mengatakan kepada anggota parlemen pada Oktober bahwa Rusia bertekad untuk menguji perbatasan Eropa dan akan meningkatkan konflik menjadi "konfrontasi panas" kapan saja.

Seperti yang tercantum dalam strategi keamanan nasional Jerman, Kemenhan memandang Rusia sebagai "ancaman terbesar dan paling mendesak bagi keamanan Jerman."

Juru bicara Kemenhan menolak berkomentar pada konferensi pers pemerintah reguler Senin saat ditanya tentang dokumen militer berjudul Operationsplan Deutschland (OPLAN), mengatakan dokumen tersebut rahasia. Ia menambahkan secara umum bahwa Rusia telah meningkatkan serangan rahasia terhadap infrastruktur di Jerman.

Rencana Kemenhan—yang pertama kali dilaporkan Politico dan surat kabar Welt—mengutip intelijen nasional dan asing yang menunjukkan bahwa Rusia berusaha mengembangkan kemampuan dan opsi strategis untuk melancarkan dan bertahan dalam perang besar-besaran melawan NATO.

"Bahkan jika perang Rusia melawan Ukraina berlanjut tanpa perubahan, diperkirakan Rusia akan mengembangkan kemampuan dan opsi strategis ini paling lambat pada tahun 2029," bunyi dokumen tersebut.

"Namun, Rusia terus melihat perlunya membatasi potensi konflik ke wilayah tersebut, yaitu untuk menghindari konfrontasi militer langsung dengan AS," imbuh Kemenhan.

Jika terjadi serangan konvensional oleh Rusia ke sayap timur NATO, Jerman diperkirakan tidak akan menjadi negara garis depan dan lokasi pertempuran langsung antara pasukan darat.

"Namun, Rusia akan melakukan segala upaya untuk mencegah atau setidaknya menghambat pengerahan pasukan NATO di sayap timur untuk tujuan pencegahan dan, jika perlu, pertahanan," jelasnya.

Kemenhan menyimpulkan bahwa Rusia sengaja menargetkan dan mengeksplorasi potensi kelemahan dalam kerja sama antara berbagai tingkatan pemerintahan Jerman dengan tindakan hibrida yang dirancang untuk mengganggu warga.

"Tujuannya, untuk mencegah deteksi dini tindakan hibrida ini, serta skala dan dampak yang sebenarnya, dan untuk memperlambat dan melumpuhkan kemampuan pengambilan keputusan dan respons dari berbagai pihak yang bertanggung jawab di tingkat federal, negara bagian, dan lokal."

(bbn)

No more pages