Logo Bloomberg Technoz

Alasan Harga Minyak Dunia Lanjut Melemah Usai AS Invasi Venezuela

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 January 2026 11:00

Ilustrasi pengeboran minyak mentah. (Bloomberg)
Ilustrasi pengeboran minyak mentah. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Analis komoditas memprediksi harga minyak mentah dunia akan bergerak stabil dengan kecenderungan melemah usai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan elit Amerika Serikat (AS) atau Delta Force, Sabtu (3/1/2026).

Brent dan West Texas Intermediate (WTI) diprediksi relatif stabil atau bahkan melemah di bawah kisaran US$60 per barel, meskipun terdapat operasi militer yang dilakukan AS ke negara dengan cadangan minyak terbesar tersebut.

Analis komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono memandang saat ini pasar global sedang menghadapi kelebihan pasokan minyak, ditambah produksi Venezuela saat ini hanya sekitar 1% dari suplai global akibat sanksi yang dikenakan AS.


Oleh sebab itu, Wahyu menilai gangguan jangka pendek tidak terlalu mengguncang keseimbangan pasar minyak global.

“Harga minyak mentah seperti Brent dan WTI terpantau masih relatif stabil atau bahkan  melemah di bawah kisaran US$60 per barel,” kata Wahyu saat dihubungi, Senin (5/1/2026).