Logo Bloomberg Technoz

Harga emas masih berada di tren positif. Sepanjang tahun lalu, harga sang logam mulia meroket hampir 65%.

Sepertinya 2026 masih akan menjadi tahun yang gemilang bagi emas. Sejumlah institusi memperkirakan harga aset ini masih kuat menanjak.

Goldman Sachs Inc, misalnya, memperkirakan skenario dasar harga emas pada 2026 ada di US$ 4.900/troy ons. Bahkan ada potensi untuk lebih tinggi (upside).

Sementara Bob Michele dari JPMorgan Asset Management memperkirakan harga emas masih akan memberi kejutan pada 2026. Mengutip Bloomberg News, Michele memperkirakan harga emas tahun depan bisa menyentuh level US$ 5.000/troy ons.

Sedangkan ANZ Group Holdings Ltd dalam laporannya memperkirakan harga emas bisa memuncak di dekat US$ 4.800/troy ons sebelum akhir kuartal II-2026. Setelah itu, baru sepertinya harga emas bakal turun.

Kemudian, survei Bank of America Corp mengungkapkan bahwa emas akan menjadi pilihan investasi kedua terpopuler pada 2026 setelah yen Jepang. Emas bahkan mengalahkan aset-aset besar lainnya seperti dolar AS, euro, dan franc Swiss.

(aji)

No more pages