Logo Bloomberg Technoz

Dia juga mengungkap bahwa Pemerintah Melaka akan mengonversi lahan seluas 5.000 hektare di Masjid Tanah sebagai kawasan industri baru untuk mendukung pengembangan Pelabuhan Internasional Kuala Linggi (KLIP) dan kegiatan ekonomi biru di negara bagian itu.

"Jembatan ini akan menjadi ‘gerbang dunia’ terakhir yang menghubungkan Malaysia dan Indonesia, membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua negara," ujar Ab Rauf.

Rauf mengatakan jembatan tersebut akan memberikan dampak positif yang kuat bagi perekonomian Melaka.

"Kami yakin bahwa jika terealisasi, jembatan ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Melaka," klaimnya.

Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada 22 Oktober lalu di Dumai, untuk menyusun studi kelayakan proyek pembangunan Jembatan Dumai–Melaka. 

FDG yang dihadiri berbagai pejabat dari Malaysia dan Indonesia, termasuk Pemkab Bengkalis dan Pemkot Dumai, tersebut mendiskusikan berbagai aspek penting studi kelayakan, meliputi kajian finansial, ekonomi, lingkungan, tata kelola, dan sosial.

Mereka sepakat bahwa proyek pembangunan Jembatan Dumai–Melaka yang diinisiasi Kerajaan Negeri Melaka memiliki potensi besar untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang ekonomi, transportasi, dan teknologi.

Mewakili Bupati Bengkalis, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, Toharudin menilai bahwa kehadiran jembatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi simbol kerja sama antarnegara, tetapi juga jembatan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Selat Melaka.

(ros)

No more pages