Logo Bloomberg Technoz

Ahli dari Amerika Serikat tersebut, lanjut Dadan, menilai ekosistem MBG memiliki potensi untuk dimonetisasi di tingkat global melalui mekanisme perdagangan karbon. Hal ini membuka peluang baru bagi Indonesia untuk mendapatkan manfaat tambahan dari program sosial berbasis keberlanjutan.

“Secara ekosistem, program BGN dinilai menghasilkan carbon footprint yang rendah sehingga bisa dimonetisasi oleh dunia internasional terkait carbon trading,” katanya.

Meski demikian, Dadan menegaskan bahwa BGN masih akan mempelajari lebih lanjut peluang tersebut, termasuk aspek teknis dan regulasi yang harus dipenuhi. Pembahasan lanjutan akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

BGN berharap, pengakuan internasional terhadap pendekatan lokalitas dalam program MBG tidak hanya memperkuat keberlanjutan program, tetapi juga mendorong Indonesia menjadi contoh dalam pengelolaan program gizi yang terintegrasi dengan agenda lingkungan global.

(dec)

No more pages