Program MBG juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Hingga kini, sebanyak 741.985 tenaga kerja terlibat langsung di SPPG. Selain itu, total supplier yang terlibat mencapai 41.389, terdiri dari sekitar 5.000 koperasi, 629 BUMDes, 69 BUMDesma, 19.246 UMKM, 16.351 supplier perorangan, serta 22 Koperasi Desa Merah Putih.
Selain membangun SPPG di wilayah aglomerasi, BGN juga memperluas pembangunan ke daerah terpencil. Dadan menyebutkan, terdapat 36 provinsi yang telah diidentifikasi membutuhkan SPPG terpencil. Secara keseluruhan, akan didirikan 8.297 SPPG untuk melayani sekitar 2,4 juta penduduk di wilayah terpencil.
Adapun bangunan yang dimanfaatkan sebagai SPPG berasal dari berbagai sumber. Sebanyak 4.175 unit merupakan bangunan baru, 3.970 unit hasil konversi rumah tinggal, 2.985 unit dari ruko, 1.419 unit dari gudang, 1.084 unit dari rumah makan, serta 113 unit dari hotel. Selain itu, terdapat pula bangunan rumah kantor, sarana olahraga seperti futsal, showroom kendaraan, hingga kategori lainnya yang masih dalam proses pendataan.
(dec/spt)




























