“Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada kompetensi personel di lapangan. Kami terus mengembangkan kapabilitas pekerja, baik senior maupun generasi baru, agar adaptif, inovatif, dan mampu merespons tantangan industri,” ujarnya.
Sebagai bagian dari transformasi, PHE mendorong budaya learning organization dengan memperkuat inisiatif berbagi pengetahuan dan pembelajaran lintas unit kerja, sehingga setiap tantangan operasional menjadi peluang untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi.
Selain itu, PHE terus menegakkan budaya keselamatan, efisiensi, dan integritas aset di seluruh wilayah kerja, guna memastikan kontribusi optimal terhadap produksi energi nasional sekaligus mendukung transisi menuju operasi energi yang lebih berkelanjutan.
“Melalui sinergi teknologi, inovasi, dan SDM unggul, Pertamina Hulu Energi akan terus menjadi motor penggerak ketahanan energi Indonesia,” tandasnya.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga berkomitmen pada Zero Tolerance terhadap penyuapan melalui pencegahan fraud, termasuk penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang terstandarisasi ISO 37001:2016. PHE terus mengembangkan operasi yang prudent dan profesional di dalam dan luar negeri untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan migas kelas dunia yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan berpegang pada tata kelola yang baik.
(tim)




























