Selain posisi dirut, pergantian juga terjadi pada dua jabatan direksi lainnya. Pemegang saham mencopot Broel Rizal dari posisi Direktur Operasi dan Pemasaran, dan digantikan oleh Heri Siswanto.
Kemudian Rahim Ramdhani diberhentikan dari posisi Direktur Keuangan dan Administrasi, digantikan oleh Nugroho Dwi Sasongko.
Isu Tumbler
Kendati demikian, pergantian jabatan tersebut terjadi di tengah panasnya isu 'penumpang kehilangan tumbler', Karina menegaskan bahwa keduanya tidak saling berkaitan.
Dia menegaskan, pergantian manajemen perusahaan di tingkat direksi merupakan hal yang umum dan rutin dilakukan.
“Tidak ada kaitannya ya, hanya rotasi rutin saja,” ucap Karina.
Baru-baru ini, isu petugas KRL dipecat viral, berawal dari unggahan seorang pengguna KRL berinisial A, yang mengaku kehilangan tumbler Tuku miliknya.
Dia menceritakan bahwa tasnya tertinggal di kereta Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung dan berhasil ditemukan oleh petugas di Stasiun Rawa Buntu, yang juga sempat mengirimkan foto kondisi tas beserta isinya.
Mengikuti prosedur, tas tersebut harus diambil di Stasiun Rangkasbitung, namun ketika diambil keesokan harinya bersama suaminya, tumbler itu sudah tidak ada.
A lalu menuliskan rasa kecewa dan menuding kelalaian petugas KRL, membuat unggahan di Threads menjadi viral.
Di sisi lain, seorang petugas bernama Ar memberikan klarifikasi bahwa ia menerima tas itu dari rekan petugas lain dan menaruhnya di ruang jaga karena situasi stasiun sedang ramai. Dia juga menyebut tidak sempat memeriksa isi tas saat itu.
Ar mengatakan telah menawarkan untuk mengganti tumbler yang hilang, namun A dan suaminya menolak dan tetap membawa kasus tersebut ke media sosial. Dalam pesan yang dikirimkan kepada suami A, Ar menegaskan bahwa dia bukan pelaku pengambil tumbler dan merasa sangat terpukul karena unggahan tersebut membuatnya kehilangan sumber pendapatan satu-satunya.
(ain)































