Ia mengatakan untuk wilayah-wilayah dengan bantuan yang belum tersalurkan sebesar 100%, perum Bulog akan segera berkoordinasi dengan produsen untuk mempercepat bahtuan terutama untuk wilayah Papua dan Papua Barat.
“Ini harus menjadi perhatian penting agar segera direalisasikan, agar realisasi bantuan pangan beras dan minyak goreng Oktober-November dapat realisasi tepat waktu, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.” katanya.
Sebelumnya, pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan ke 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada bulan Oktober hingga November 2025. Program bantuan pangan ini merupakan salah satu dari 17 paket kebijakan ekonomi pemerintah yang digulirkan untuk 2025 dan 2026.
Berbeda dari bantuan sebelumnya, pada periode bantuan ini, pemerintah memutuskan menambahkan minyak goreng dalam penyaluran paket bantuan pangan. Dengan demikian, paket bantuan pangan tersebut terdiri dari 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng.
(ell)































